Langsung ke konten utama

Postingan

akhir oktober di solo

Aku nulis ini di perjalanan meninggalkan solo menuju Kendal, ditemani backsound tembang kenangan since i meet you baby .. So, dramatic and melancolic.. hahahah.... Huwa,,,, ternyata oktober udah hampir kelar, bentar lagi udah September,, Weekend di akhir oktober ini aku kesolo lagi buat koplak-koplakan ma temen2 kampus. Yah,, ditengah-tengah penderitaan bangsa Indonesia yang tertimpa banyak musibah ini, kita tetep harus mencari celah dimana kita tetep merasa FUN, biar kita gak ngrasa bosen jalanin idup. Oce,,, ada apa saja di Solo weekend ini??

Pengendalian resiko/hazard listrik

Berdasarkan rekomendasi dari Occupatioanal Safety and healt Administration (OSHA), tidakan ergonomik untuk mencegah adanya sumber penyakit adalah melalui 2 cara, yaitu rekayasa teknik (desain stasiun dan alat kerja) dan rekayasa manajemen (kriteria dan organisasi kerja) (Manuba,2000,1-4). Langkah preventif ini dimaksudkan untuk mengeliminir adanya sikap kerja tidak alamiah. 1. Rekayasa teknik : Rekayasa teknik merupakan rekayasa untuk meminimalkan resiko potensi yang menitik beratkan pada objek selain sumber daya manusia. Perkembangan penemuan teknologi yang mutahir dan

potensi bahaya listrik 2#

b. Efek thermal/panas Arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dengan resistansi besar dalam waktu yang cukup lama akan mengakibatkan efek thermal pada penghantar tersebut. Oleh karena itu, untuk peralatan-peralatan dengan daya besar dan digunakan terus menerus seperti trafo distribusi, trafo pembangkit dll, dilengkapi dengan sistem pendingin berupa kipas dan minyak trafo. Bisa dibayangkan bagaimana tingkat kerusakan yang akan terjadi apabila terjadi kebakaran atau bahkan eksplosive pada peralatan-peralatan vital tersebut. c. Efek medan listrik dan medan magnet Kehadiran medan listrik dan medan magnet di sekitar kehidupan manusia tidak dapat dirasakan oleh indera manusia, kecuali jika intensitasnya cukup besar dan terasa hanya bagi

potensi bahaya listrik 1#

Proses awal yang dilakukan pada manajemen potensi bahaya adalah pengidentifikasian bahaya apa saja yang mungkin terjadi. Kalimat bijak “ kecil jadi teman, besar jadi lawan” nampaknya juga berlaku untuk listrik. Penggunaan listrik yang tidak hati-hati akan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Potensi bahaya dalam dunia kelistrikan yaitu arus kejut listrik, efek thermal, medan elektromagnetik, dan petir. a. Arus listrik Arus listrik dapat merusak peralatan dan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Pada peralatan listrik, arus pada peralatan listrik yang melebihi rating peralatan tersebut akan merusak sistem isolasi dari peralatan tersebut. Lebih parah lagi, kerusahan sistem isolasi

Tujuan khusus K3 bidang listrik (tugas prof. Ali)

Tujuan khusus K3 bidang listrik antara lain adalah: a. Menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai penggunaannya . Dalam peraturan instalasi listrik dikenal 3 prisip dasar instalasi listrik yaitu handal, aman, dan ekonomis. Handal artinya sistem instalasi dirancang dengan baik, sehingga jarang terdapat gangguan; atau saat ada gangguan dari luar, sistem dapat mengatasinya dengan baik. Aman artinya tidak membahayakan bagi manusia, instalasi itu sendiri, dan lingkungan sekitar. Dengan menerapkan keamanan dan keselamatan kerja tanpa mengabaikan nilai ekonomis suatu

Sasaran K3

Sasaran keselamatan kerja meliputi unsur manusia, unsur pekerjaan, dan unsur perusahaan. Secara rinci unsur-unsur sasaran keselamatan kerja tersebut diuraikan sebagai berikut : a. Unsur manusia · Upaya prevenntif meniadakan/menekan terjadinya kecelakaan. · Mencegah/mengurangi timbulnya cidera, cacat dan kematian. · Meningkatkan etos kerja, produktifitas dan efisiensi kerja.

hazard management process (manajemen potensi bahaya)

Seperti yang kita ketahui bahwa potensi bahaya terdapat hampir di semua tempat aktivitas. Berangkat dari pemahaman inilah muncul gagasan untuk mengendalikan dan mencegah potensi bahaya menjadi sebuah kecelakaan kerja dan penyakit. Menurut Mitchell (Tarwaka, 2008, hal 62), bahwa jenis potensi bahaya energi di tempat kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan dan kerusakan dapat diidentifikasikan berdasarkan kelompok energi yang digunakan sebagai berikut : a. Energi gravitasi dan akselerasi b. Energi listrik c. Energi mekanik