Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label listrik

Saatnya anak elektro bicara cinta...

+ Sekarang gue paham gimana surja hubung (switching surge) itu,,, itu seperti saat matamu bertemu mataku... + Kita kan nggak kayak transistor, cinta kita nggak kenal sama yang namanya saturasi.. + losses berbanding lurus dengan jarak saluran, mungkin itu juga yang terjadi pada kasus LDR. Makin jauh kamu, makin banyak juga losses daya cinta gue.. +pas loe cuek, ini saatnya gue butuh bahan superkonduktor buat ngirim sinyal cinta gue ke dia (sing ditaksir ora rumongso..!) + CB gue udah SPLN kok, jadi aman kalo ada arus gangguan yang tiba-tiba ada di sistem jaringan cinta kita.. :P + Udah deh sayang, nggak usah bohong sama gue, relay hati gue super sensitif sama yang namanya ‘kebohongan’... + Besok rumah kita nggak akan pake listrik dari PLN lagi. Kita bikin pembangkit listrik sendiri buat menerangi rumah kita. Namaya PLTC (pembangkit listrik tenaga cinta). Gue yakin yang kali ini nggak mungkin byar pet, menyala sepanjang masa... + cinta gue itu kayak listrik, mudah didistr...

Keamanan Pasokan Batu-Bara untuk PLTU di Jawa

Baru saja selesai membaca kajian soal kemananan pasokan batubara yang dilakukan oleh CEPS dan PE-UI tahun 2008. Hasil dari analisa kajian secara ringkas adalah sebagai berikut : Pemerintah telah mencanangkan pambangunan PLTU batubara dengan total kapasitas 10 ribu MW yang alokasinya tersebar di seluruh tanah air. Aspek pendanaan pembangunannya sudah merupakan tantangan tersendiri, dan setelah beroperasi nantinya salah satu hal yang sangant pentinga adalah tersedianya batubara low-rank (mutu rendah/nilai kalor rendah) sebagai bahan bakar. Studi keamanan pasokan batubara low-rank ini berguna untuk mengetahui keamanan pasokan batubara untuk pembangkit-pembangkit yang berada di Pulau Jawa yang dapat digunakan sebagai dasar sekenario kebijakan yang akan dibuat.  Keamanan pasokan ini dapat dilihat dari beberapa parameter antara lain : Terpenuhinya jumlah batubara yang dibutuhkan oleh setiap pembangkit . Setiap pembangkit di Pulau Jawa akan disuplay oleh 4 perusahaan pemasok bat...

Pengendalian resiko/hazard listrik

Berdasarkan rekomendasi dari Occupatioanal Safety and healt Administration (OSHA), tidakan ergonomik untuk mencegah adanya sumber penyakit adalah melalui 2 cara, yaitu rekayasa teknik (desain stasiun dan alat kerja) dan rekayasa manajemen (kriteria dan organisasi kerja) (Manuba,2000,1-4). Langkah preventif ini dimaksudkan untuk mengeliminir adanya sikap kerja tidak alamiah. 1. Rekayasa teknik : Rekayasa teknik merupakan rekayasa untuk meminimalkan resiko potensi yang menitik beratkan pada objek selain sumber daya manusia. Perkembangan penemuan teknologi yang mutahir dan

potensi bahaya listrik 2#

b. Efek thermal/panas Arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dengan resistansi besar dalam waktu yang cukup lama akan mengakibatkan efek thermal pada penghantar tersebut. Oleh karena itu, untuk peralatan-peralatan dengan daya besar dan digunakan terus menerus seperti trafo distribusi, trafo pembangkit dll, dilengkapi dengan sistem pendingin berupa kipas dan minyak trafo. Bisa dibayangkan bagaimana tingkat kerusakan yang akan terjadi apabila terjadi kebakaran atau bahkan eksplosive pada peralatan-peralatan vital tersebut. c. Efek medan listrik dan medan magnet Kehadiran medan listrik dan medan magnet di sekitar kehidupan manusia tidak dapat dirasakan oleh indera manusia, kecuali jika intensitasnya cukup besar dan terasa hanya bagi

potensi bahaya listrik 1#

Proses awal yang dilakukan pada manajemen potensi bahaya adalah pengidentifikasian bahaya apa saja yang mungkin terjadi. Kalimat bijak “ kecil jadi teman, besar jadi lawan” nampaknya juga berlaku untuk listrik. Penggunaan listrik yang tidak hati-hati akan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Potensi bahaya dalam dunia kelistrikan yaitu arus kejut listrik, efek thermal, medan elektromagnetik, dan petir. a. Arus listrik Arus listrik dapat merusak peralatan dan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Pada peralatan listrik, arus pada peralatan listrik yang melebihi rating peralatan tersebut akan merusak sistem isolasi dari peralatan tersebut. Lebih parah lagi, kerusahan sistem isolasi

Tujuan khusus K3 bidang listrik (tugas prof. Ali)

Tujuan khusus K3 bidang listrik antara lain adalah: a. Menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai penggunaannya . Dalam peraturan instalasi listrik dikenal 3 prisip dasar instalasi listrik yaitu handal, aman, dan ekonomis. Handal artinya sistem instalasi dirancang dengan baik, sehingga jarang terdapat gangguan; atau saat ada gangguan dari luar, sistem dapat mengatasinya dengan baik. Aman artinya tidak membahayakan bagi manusia, instalasi itu sendiri, dan lingkungan sekitar. Dengan menerapkan keamanan dan keselamatan kerja tanpa mengabaikan nilai ekonomis suatu

Peningkatan Kinerja Pegawai #3

1. Upaya Peningkatan Mutu dan Kinerja Pegawai Masalah utama yang dihadapi oleh manajer pemeliharaan adalah kendali workforced . Mereka dipaksa untuk mengimbangi biaya tenaga kerja dengan kenaikan tingkat produktifitas pekerja. Salah satu hal penting yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah motivasi bekerja . Motivasi merupakan rangsangan untuk bertindak. Motivasi bekerja yang kuat akan mendororng pekerja untuk lebih giat dalam bekerja. Stimulasi tersebut mungkin berbeda dari satu jenis pekerjaan ke pekerjaan lain. M otivasi harus diarahkan untuk mendorong orang bekerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Motif yang sesungguhnya yang dimiliki masing-masing pekerja tidak selalu jelas, namun secara umum motivasi dalam bekerja adalah uang ( money ), keamanan ( safety ), dan penghargaan ( prestige ).

Peningkatan Kinerja Pegawai #2

Sekilas tentang PDKB-TM Perawatan dan pemeliharaan perlangkapan jaringan distribusi yang rutin bertujuan untuk mengatasi penurunan effisiensi dan kerusakan agar perlengkapan tersebut dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Pemeliharaan tersebut dilakukan secara berkala (preventif) atau inspeksi mendadak karena terjadi gangguan (insidentil). Dalam hal ini perawatan dan pemeliharaan jaringan yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan sistem tanpa tegangan (pemadaman) menjadi masalah vital yang dialami konsumen maupun perusahaan listrik karena dapat menurunkan kontinuitas pelayanan. Suplai tenaga listrik untuk pelanggan menjadi terhambat dan tidak dapat melakukan proses produksi dengan optimal karena tenaga listrik tidak tersalurkan. Kerugian yang dialami oleh perusahaan listrik sangatlah besar karena adanya

SUTET

Sampai sekarang masyarakat masih khawatir tinggal dibawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV. Ketakutan ini tampaknya berawal dari pernyataan ahli Epidemiologi bahwa SUTET dapat membangkitkan medan listrik dan medan magnet yang berpengaruh buruk terhadap kehidupan dan kesehatan manusia. Masyarakat bahkan ada yang mengeluh pusing-pusing walaupun belum dapat dibuktikan penyebabnya. Kehadiran medan listrik dan medan magnet di sekitar kehidupan manusia tidak dapat dirasakan oleh indera manusia, kecuali jika intensitasnya cukup besar dan terasa hanya bagi orang yang hipersensitif saja. Bukan hanya berpengaruh terhadap kesehatan manusia saja. Pengaruh ganguan SUTET juga dirasakan terhadap suara radio di daerah SUTET tersebut (radio interference).

Trafo TM

Trafo arus/Current transformer (CT) Transformator arus adalah suatu alat listrik yang berfungsi untuk mengubah besar arus tertentu (di lilitan primer) ke besaraan arus tertentu lainnya (di lilitan sekunder) melalui suatu kopling elektromagnetis. Transformator arus ini banyak digunakan didalam bidang pengukuran-pengukuran listrik untuk memperoleh besaran ukur bagi ampere meter, kWh meter, watt meter, dan sebagainya. Karena meter-meter umunya hanya dapat dilewati besaran ukur (arus) yang kecil sedangkan arus mengalir ke jaringan distribusi adalah

Relay Proteksi

Relay Proteksi Relay proteksi merupakan salah satu perlengkapan proteksi pada jaringan. Relay pengaman berfungsi untuk mengindra/mendeteksi adanya ganggguan yang terjadi pada jaringan. Karena pentingnya fungsi relay proteksi tersebut, maka dibutuhkan pemeliharaan pada relay agar relay dapat bekerja dengan baik. 1. Persyaratan relay proteksi Persyaratan relay proteksi adalah sebagai berikut: 1. Selektivitas

SOP Mengendalikan Operasi Jaringan Tegangan Menengah

SOP Mengendalikan Operasi Jaringan Tegangan Menengah (SUTM) Tanpa Sistem Scada (hasil dari PKL di PLN APJ Surakarta. Berdasar Peraturan SOP saat itu (2009). gak tau deh, sekarang dah ganti apa belom) Dalam sistem distribusi, setiap petugas UPJ dan Gardu Induk wajib melaporkan keadaan suplai energi listrik, baik kondisi tegangan maupun beban yang terjadi pada waktu yang ditentukan. Apabila terjadi gangguan pada sistem distribusi, maka pihak UPJ dan GI harus melaporkannya ke APJ, kemudian laporan gangguan ini akan ditindak lanjuti dalam sistem penanganan gangguan.

Distribusi energi listrik

Proses penyaluran energi listrik dimulai dari pembangkit dan berakhir di konsumen. Pada pembangkit, energi listrik dibangkitkan dari hasil konversi energi lain (misalkan: energi panas bumi, energi gerak air atau angin, energy panas batubara, dll). Energi listrik ini selanjutnya disalurkan dengan sistem transmisi dan distribusi hingga akhirnya sampai ke konsumen. Pada sistem transmisi, tegangan yang dihasilkan oleh pemabangkit akan dinaikan menjadi 500kV (tegangan extra tinggi) atau 150kV (tegangan tinggi) untuk mengurangi rugi-rugi daya pada saluran. Selanjutnya tegangan ini diturunkan lagi ke tegangan distribusi. Sistem distribusi sendiri digolongkan berdasarkan tegangannya menjadi 2, yaitu sistem distribusi tegangan menengah (20kV) dan tegangan rendah (220V). Jadi, sistem distribusi sendiri memiliki 3 komponen utama yaitu jaringan tegangan menengah 20kV, gardu distribusi dan jaringan tegangan rendah 220V dan 380V.

SEJARAH PLN

Kelistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, pada saat itu beberapa perusahan milik belanda, antara lain pabrik gula dan teh mendirikan pembangkit tenaga listrik yang dipergunakan untuk keperluan sendiri. Kelistrikan untuk kemanfaatan umum mulai ada pada saat perusahaan swasta milik belanda yaitu NV. Nign yang pada mulanya bergerak di bidang gas memperluas usahanya dibidang listrik untuk kemanfaatan umum, pada tahun 1972 pemerintah belanda membentuk S’lands Waterkracht Bedruven (LWB) yaitu perusahaan listrik Negara yang mengelola PLTA Plegan, PLTA Lamajan, PLTA Bangkok Dago, PLTA Ubruk, dan Krajak di Daerah Jawa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA TES di Bengkulu, PLTA Tonsea lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta. Selain itu di beberapa kotapraja dibentuk perusahaan-perusahaan listrik kotapraja.